Dokumen ini menyediakan panduan langkah demi langkah yang mendetail untuk mengkonfigurasi Avaya Session Border Controller (SBC) agar dapat mendukung layanan WebRTC. Setiap bagian akan menjelaskan tujuan dari konfigurasi yang dilakukan dan relevansinya dalam ekosistem WebRTC.
Langkah pertama adalah mengakses antarmuka manajemen Avaya SBC. Ini biasanya dilakukan melalui browser web dengan memasukkan alamat IP atau hostname SBC. Setelah berhasil login, Anda akan memiliki akses untuk melakukan semua konfigurasi yang diperlukan.

Gambar: Tampilan antarmuka login Avaya SBC.
Tujuan: Server Interworking Profile mendefinisikan bagaimana SBC akan berinteraksi dengan server-server eksternal, seperti Session Manager (SM) dan Avaya Web Gateway (AWG). Ini mencakup pengaturan protokol, port, dan perilaku signaling yang spesifik untuk setiap server.
Profil untuk Session Manager (SM)
Profil ini dikonfigurasi untuk memastikan SBC dapat berkomunikasi dengan Avaya Session Manager. Session Manager adalah inti dari arsitektur komunikasi Avaya, yang bertanggung jawab untuk manajemen sesi, routing panggilan, dan fitur-fitur komunikasi lainnya. Pengaturan di sini akan mencakup detail seperti jenis protokol (misalnya SIP), port yang digunakan, dan mungkin juga pengaturan keamanan atau interworking khusus SIP.

Gambar: Konfigurasi Server Interworking Profile untuk Session Manager.
Profil untuk Avaya Web Gateway (AWG)
Profil ini dikonfigurasi untuk komunikasi antara SBC dan Avaya Web Gateway. AWG adalah komponen yang memungkinkan perangkat WebRTC (browser) untuk terhubung ke infrastruktur komunikasi Avaya. Profil ini akan memastikan bahwa SBC dapat meneruskan sinyal dan media dari dan ke AWG dengan benar, seringkali melibatkan konversi protokol atau penanganan khusus untuk WebRTC.

Gambar: Konfigurasi Server Interworking Profile untuk Avaya Web Gateway.
Tujuan: SIP Server Profile mendefinisikan detail konektivitas ke server SIP tertentu, termasuk alamat IP, port, dan pengaturan transport. Ini memungkinkan SBC untuk mengetahui di mana harus mengirimkan pesan SIP untuk tujuan tertentu.
SIP Server Profile untuk Session Manager (SM)
Profil ini berisi informasi spesifik tentang Avaya Session Manager, seperti alamat IP atau FQDN (Fully Qualified Domain Name) dari SM, port SIP yang digunakan (misalnya 5060 untuk UDP/TCP atau 5061 untuk TLS), dan jenis transport (UDP, TCP, TLS). Konfigurasi ini penting agar SBC dapat menemukan dan berkomunikasi dengan SM untuk semua panggilan dan sesi yang melibatkan infrastruktur Avaya.



Gambar: Detail konfigurasi SIP Server Profile untuk Session Manager.
SIP Server Profile untuk Avaya Web Gateway (AWG)
Sama seperti SM, profil ini mendefinisikan detail koneksi ke Avaya Web Gateway. Ini akan mencakup alamat IP/FQDN AWG, port SIP, dan transport. AWG bertindak sebagai jembatan antara klien WebRTC berbasis browser dan infrastruktur SIP, sehingga SBC perlu mengetahui cara berkomunikasi dengannya untuk meneruskan sinyal WebRTC.



Gambar: Detail konfigurasi SIP Server Profile untuk Avaya Web Gateway.
Tujuan: Aturan routing menentukan bagaimana SBC akan meneruskan pesan SIP berdasarkan kriteria tertentu, seperti domain tujuan, nomor telepon, atau header SIP lainnya. Ini memastikan bahwa panggilan diarahkan ke tujuan yang benar.
Routing untuk Session Manager (SM)
Aturan routing ini akan mengarahkan pesan SIP yang ditujukan untuk Session Manager ke SIP Server Profile SM yang telah dikonfigurasi sebelumnya. Ini mungkin didasarkan pada domain SIP internal atau pola nomor tertentu yang dikelola oleh SM.

Gambar: Konfigurasi routing untuk Session Manager.
Routing untuk Avaya Web Gateway (AWG)
Aturan routing ini akan mengarahkan pesan SIP yang berasal dari atau ditujukan untuk klien WebRTC (melalui AWG) ke SIP Server Profile AWG. Ini memastikan bahwa sinyal WebRTC mencapai AWG untuk diproses lebih lanjut atau diteruskan ke infrastruktur SIP.

Gambar: Konfigurasi routing untuk Avaya Web Gateway.
Tujuan: Reverse Proxy Policy digunakan untuk mengelola koneksi HTTP/HTTPS dari klien eksternal ke server internal. Dalam konteks WebRTC, ini sering digunakan untuk mengamankan dan mengarahkan koneksi WebSocket atau HTTP yang digunakan oleh klien WebRTC untuk signaling awal atau untuk layanan TURN/STUN.

Tujuan: Domain Policy adalah kumpulan aturan yang mengatur perilaku SBC untuk lalu lintas yang terkait dengan domain tertentu. Ini mencakup aturan untuk aplikasi, media, dan signaling.
Profile Application Rule
Aturan aplikasi mengatur bagaimana SBC menangani aplikasi atau layanan tertentu. Ini bisa mencakup pembatasan akses, prioritas, atau penanganan khusus untuk jenis aplikasi WebRTC tertentu.

Gambar: Konfigurasi Profile Application Rule.
Profile Media Rule
Aturan media mengatur bagaimana SBC menangani aliran media (audio/video) untuk sesi WebRTC. Ini bisa mencakup codec yang diizinkan, transkoding, penanganan NAT traversal, dan pengaturan kualitas layanan (QoS).


Gambar: Detail konfigurasi Profile Media Rule.
Profile Signaling Rule
Aturan signaling mengatur bagaimana SBC menangani pesan signaling SIP atau WebSocket yang digunakan untuk membangun, memelihara, dan mengakhiri sesi WebRTC. Ini bisa mencakup manipulasi header SIP, validasi pesan, atau penanganan khusus untuk pesan signaling WebRTC.

Gambar: Konfigurasi Profile Signaling Rule.
Endpoint Policy Group
Endpoint Policy Group mengelompokkan berbagai aturan (aplikasi, media, signaling) dan menerapkannya ke jenis endpoint tertentu. Dalam kasus WebRTC, ini akan memastikan bahwa semua aturan yang relevan untuk klien WebRTC diterapkan secara konsisten.

Gambar: Konfigurasi Endpoint Policy Group.
Tujuan: Sertifikat keamanan sangat penting untuk mengamankan komunikasi, terutama untuk WebRTC yang sangat bergantung pada TLS/DTLS untuk enkripsi signaling dan media.
Buat Sertifikat Public dan Private
SBC memerlukan sertifikat digital (public dan private key) untuk melakukan enkripsi TLS/DTLS. Sertifikat publik digunakan untuk identifikasi dan enkripsi, sementara private key digunakan untuk dekripsi. Ini bisa berupa sertifikat yang ditandatangani oleh Certificate Authority (CA) terpercaya atau sertifikat self-signed untuk lingkungan pengujian.

Gambar: Proses pembuatan sertifikat public dan private.
Client Profiles
Profil klien mendefinisikan sertifikat yang akan digunakan saat SBC bertindak sebagai klien TLS (misalnya, saat terhubung ke server lain).


Server Profiles
Profil server mendefinisikan sertifikat yang akan disajikan oleh SBC saat bertindak sebagai server TLS (misalnya, saat klien WebRTC terhubung ke SBC).


Tujuan: Bagian ini mengkonfigurasi antarmuka jaringan fisik dan logis SBC, serta bagaimana aliran media dan signaling akan diproses.
Enable dan Set IP Address untuk Interface A1, A2, dan B1
SBC biasanya memiliki beberapa antarmuka jaringan untuk memisahkan lalu lintas internal (trust) dari lalu lintas eksternal (untrust) atau DMZ.



Media Interface
Antarmuka media adalah antarmuka logis yang digunakan SBC untuk memproses aliran media (RTP/SRTP). Ini mungkin terikat ke antarmuka fisik tertentu dan memiliki pengaturan khusus untuk penanganan media.

Gambar: Konfigurasi Media Interface.
Signaling Interface
Antarmuka signaling adalah antarmuka logis yang digunakan SBC untuk memproses pesan signaling (SIP, WebSocket). Ini juga mungkin terikat ke antarmuka fisik dan memiliki pengaturan khusus untuk penanganan signaling.

Gambar: Konfigurasi Signaling Interface.
Endpoint Flow
Endpoint Flow mendefinisikan jalur lengkap untuk lalu lintas (signaling dan media) antara SBC dan endpoint tertentu (seperti AWG atau SM). Ini mengikat bersama Server Interworking Profile, SIP Server Profile, Domain Policy, dan antarmuka jaringan.



Load Monitoring Profile (Advanced Option)
Profil ini digunakan untuk memantau beban pada SBC dan server yang terhubung. Ini membantu memastikan bahwa SBC tidak kelebihan beban dan dapat mengelola lalu lintas secara efisien, serta dapat melakukan failover jika ada server yang tidak responsif.

Gambar: Konfigurasi Load Monitoring Profile di opsi lanjutan.
Tujuan: Layanan DMZ (Demilitarized Zone) adalah layanan yang diekspos ke jaringan eksternal (internet) tetapi dilindungi oleh firewall. Untuk WebRTC, ini sering mencakup layanan TURN/STUN dan Reverse Proxy.
TURN/STUN Profile untuk WebRTC

Gambar: Konfigurasi TURN/STUN Profile untuk WebRTC.
TURN Relay Settings
Pengaturan ini mendefinisikan bagaimana SBC akan merelay lalu lintas media saat bertindak sebagai server TURN. Ini mencakup alokasi port, rentang IP, dan pengaturan lain yang relevan untuk relay media.

Gambar: Detail pengaturan TURN Relay.
Relay, Reverse-proxy Profile untuk WebRTC
Ini adalah profil reverse proxy yang spesifik untuk layanan relay dan reverse proxy yang diekspos di DMZ untuk WebRTC. Ini memastikan bahwa permintaan dari klien WebRTC di internet dapat mencapai layanan yang benar di belakang SBC.


Gambar: Konfigurasi Relay, Reverse-proxy Profile untuk WebRTC.
Tujuan: SIP Entity mendefinisikan entitas SIP eksternal yang akan berkomunikasi dengan SBC. Ini adalah cara SBC mengidentifikasi dan mengelola koneksi ke server SIP lain.
